Selasa, 17 Februari 2015

Minuman Modifikasi Unik

ES JELLY AMALGAM

Es jelly amalgam ini berasal dari kalimantan tetapi namanya es jelly kacang almond tetapi dimodifikasi menjadi es jelly amalgam agar lebih unik dan menarik, sebenarnya amalgam ini artinya campuran.
Ini sebuah tugas prakarya yang diberikan oleh guru smp saya.
Untuk membuat es perlu beberapa cara agar tau,
Silahkan membaca:

Bahan :
Nutrijell
Kristal Kecil
Biji selasih
Jelly yang sudah terbentuk
Es batu
Susu kental manis rasa vanila
Sirup
Buah apel dan strawberry
Air putih
Gula ½ kg

Alat :
Pisau
Mangkuk
Sinduk
Gelas
Panci

Cara membuat :
Pertama kita buat nutrijell dulu
-tuangkan nutrijel ke panci masukan 270 ml air dan 170 ml gula
-taruh panci di kompor , nyalakan kompor dan aduk hingga matang
-agar lebih enak tambahkan daun pandan secukupnya
-jika suda mendidih matikan kompor lalu diamkan hingga dingin
-sambil menunggu dingin , kita membuat air gula penyajiannya sama dengan nutrijell
-siapkan gelas sesuai yang anda ingin
-petama iris apel menjadi kotak kotak secukupnya lalu masukan ke gelas
-kedua masukan secukupnya biji selasih yang sudah matang
-lalu iris strawberyy menjadi kotak kotak kecil secukupnya dan masukan ke gelas
-masukan 3 sendok makan air gula
-masukan susu secukupnya
-masukan es batu secukupnya
-masukan nutrijell 2 sendok makan
-masukan jelly yg sudah di bentuk mie
-lalu taburkan susu kental manis dan mutiaranya
-beri sirup sesuai rasa yang diinginkan
-jgn lupa pinggir gelasnya di simpan 1 buah strawberry agar penampilannya indah
-Es jelly amalgam siap di sajikan

Sekian resep minuman dr saya semoga bermanfaat:)

PERLUNYA MENGETAHUI EFEK RUMAH KACA

Efek Rumah Kaca

Efek Rumah Kaca, Penyebab, Dampak dan Pencegahannya

Efek rumah kaca, yang pertama kali diusulkan oleh Joseph Fourier pada1824, merupakan proses pemanasan permukaan suatubenda langit terutamaplanet atau satelit yang disebabkan oleh komposisi dan keadaan atmosfernya.

Kemudian dari pengalaman para petani di atas dikaitkan dengan apa yang terjadi pada bumi dan atmosfir. Lapisan atmosfir yang terdiri dari, berturut-turut : troposfir, stratosfir, mesosfir dan termosfer: Lapisan terbawah(troposfer) adalah bagian yang terpenting dalam kasus efek rumah kaca atau ERK. Sekitar 35%dari radiasi matahari tidak sampai ke permukaan bumi. Hampir seluruh radiasi yang bergelombang pendek (sinar alpha, beta dan ultraviolet) diserap oleh tiga lapisan teratas. Yang lainnyadihamburkan dan dipantulkan kembali ke ruang angkasaoleh molekul gas, awan dan partikel. Sisanyayang 65%masuk ke dalam troposfir. Di dalam troposfir ini, 14 % diserap oleh uap air, debu, dan gas-gas tertentu sehingga hanya sekitar 51%yang sampai ke permukaan bumi. Dari 51% ini, 37% merupakan radiasi langsung dan 14% radiasi difus yang telah mengalami penghamburan dalam lapisan troposfir oleh molekul gas dan partikel debu. Radiasi yang diterimabumi, sebagian diserap sebagian dipantulkan. Radiasi yang diserap dipancarkan kembali dalam bentuk sinar inframerah.

Sinar inframerah yang dipantulkan bumi kemudian diserap oleh molekul gas yang antara lain berupa uap air atau H20, CO2, metan (CH4), dan ozon (O3). Sinar panas inframerah ini terperangkap dalam lapisan troposfir dan oleh karenanya suhu udara di troposfir dan permukaan bumi menjadi naik. Terjadilah Efek Rumah Kaca. Gas yang menyerap sinar inframerah disebut Gas Rumah Kaca disingkat dengan GRK.

Seandainya tidak ada ERK, suhu rata-rata bumi akan sekitar minus 180 derajat C — terlalu dingin untuk kehidupan manusia. Dengan adanya ERK,suhu rata-rata bumi 330 derajat C lebih tinggi,yaitu 150 derajat C. jadi dengan adanyaefek rumah kaca menjadikan suhu bumi layak untuk kehidupan manusia.

Namun, ketikapancaran kembali sinar inframerah terperangkap oleh CO2 dan gas lainnya, maka sinar inframerah akan kembali memantul ke bumi dan suhu bumi menjadi naik. Dibandingkan dengan pada tahun 50-an misalnya, saat ini suhu bumi telah naik sekitar 0,20 derajat C lebih.

Hal tersebut bisa terjadi karena berubahnya komposisi GRK (gas rumah kaca), yaitu meningkatnya konsentrasi GRK secaraglobal akibat kegiatan manusia terutamayang berhubungan dengan pembakaran bahan bakar fosil (minyak, gas, dan batubara) seperti pada pembangkitan tenaga listrik, kendaraan bermotor, AC, komputer, memasak. Selain itu GRK juga dihasilkan dari pembakaran dan penggundulan hutan serta aktivitas pertanian dan peternakan, GRK yang dihasilkan dari kegiatan tersebut, seperti karbondioksida, metana, dan nitroksida. hal tersebut di atas jugamerupakan salah satu penyebab pemanasan global yang terjadi saat ini.

Mars, Venus,dan benda langit beratmosfer lainnyaseperti satelit alami Saturnus, Titan ternyata juga memiliki efek rumah kaca. Efek rumah kaca dapat digunakan untuk menunjuk duahal berbeda. Efek rumah kaca alami yang terjadi secara alami di bumi, dan efek rumah kaca ditingkatkan yang terjadi akibat aktivitas manusia. Yang belakang diterima oleh semua; yang pertama diterima kebanyakan oleh ilmuwan,meskipun ada beberapa perbedaan pendapat. Matahari adalah sumber dari segala energi di bumi. Energi cahaya matahari dirubah menjadi energi yang dapat menghangatkan ketika mencapai permukaan bumi. Permukaan bumi akan menyerap sebagian panas matahari dan memantulkan kembali sisanya. Sebagian dari panas ini berwujud radiasi infra merah gelombang panjang ke angkasa luar. Namun sebagian panas tetap terperangkap di atmosfer bumi akibat menumpuknya jumlah gas rumah kaca antara lain uap air,CO2, dan metana yang menjadi perangkap gelombang radiasi ini. Gas-gas ini menyerap dan memantulkannya kembali ke permukaan bumi, sehingga panas dari gelombang radiasi tersebut tersimpan di permukaan bumi yang menyebabkan meningkatnya suhu rata-rata tahunan bumi. Efek rumah kaca ini sangat dibutuhkan oleh seluruh penghuni bumi. Karenatanpaadanya efek rumah kaca, suhu permukaan bumi akan sangat dingin. Suhu rata-rata planet bumi sudah meningkat sekitar 33°C menjadi 15°C dari suhu awal yang -18°C. Jika tidak ada efek rumah kaca ini maka permukaan bumi akan tertutup oleh lapisan es, namun jika berlebihan makaakan menyebabkan pemanasan global.

Penyebab Adatiga faktor utamatingginya emisi gas rumah kaca, yakni kerusakan hutan dan lahan, penggunaan energi yang tidak ramah lingkungan dan pembuangan limbah. Ini harus dikendalikan agar emisi gas rumah kaca bisaditurunkan. Efek rumah kaca disebabkan karena naiknyakonsentrasi gas karbon dioksida (CO 2 ) dan gas-gas lainnya di atmosfer. Kenaikan konsentrasi gas CO 2 ini disebabkan oleh kenaikan pembakaran bahan bakar minyak, batu bara dan bahan bakar organik lainnya yang melampaui kemampuan tumbuhan-tumbuhan dan laut untuk menyerapnya. Energi yang masuk ke Bumi 25% dipantulkan oleh awan atau partikel lain di atmosfer, 25%diserap awan dan 45% diserap permukaan bumi dan 5% dipantulkan kembali oleh permukaan bumi Energi yang diserap dipantulkan kembali dalam bentuk radiasi inframerah oleh awan dan permukaan bumi. Namun sebagian besar inframerah yang dipancarkan bumi tertahan oleh awan dan gas CO 2 dan gas lainnya, untuk dikembalikan ke permukaan bumi. Dalam keadaan normal, efek rumah kaca diperlukan,dengan adanya efek rumah kaca perbedaan suhu antara siang dan malam di bumi tidak terlalu jauh berbeda. Selain gas CO2, yang dapat menimbulkan efek rumah kaca adalah belerang dioksida, nitrogen monoksida (NO) dan nitrogen dioksida (NO 2 ) serta beberapa senyawa organik seperti gas metana dan klorofluorokarbon (CFC). Gas-gas tersebut memegang peranan penting dalam meningkatkan efek rumahkaca.

Gas rumah kaca Gas rumah kacaadalah gas-gas yang ada di atmosfer yang menyebabkan efek rumah kaca. Gas-gas tersebut sebenarnya muncul secaraalami di lingkungan, tetapi dapat juga timbul akibat aktivitas manusia. Gas rumah kacayang paling banyak adalah uap air yang mencapai atmosfer akibat penguapan air dari laut, danau dan sungai. Karbondioksida adalah gas terbanyak kedua. Ia timbul dari berbagai proses alami seperti: letusan vulkanik; pernapasan hewan dan manusia (yang menghirup oksigen dan menghembuskan karbondioksida); dan pembakaran material organik (seperti tumbuhan). Karbondioksida dapat berkurang karena terserap oleh lautan dan diserap tanaman untuk digunakan dalam proses fotosintesis. Fotosintesis memecahkarbondioksida dan melepaskan oksigen ke atmosfer serta mengambil atom karbonnya. Meningkatnya suhu permukaan bumi akan mengakibatkan adanyaperubahan iklim yang sangat ekstrem di bumi. Hal ini dapat mengakibatkan terganggunya hutan dan ekosistem lainnya, sehingga mengurangi kemampuannya untuk menyerap karbon dioksida di atmosfer. Pemanasan global mengakibatkan mencairnya gunung-gunung es di daerah kutub yang dapat menimbulkan naiknya permukaan air laut. Efek rumah kaca juga akan mengakibatkan meningkatnya suhu air laut sehingga air laut mengembang dan terjadi kenaikan permukaan laut yang mengakibatkan negara kepulauan akan mendapatkan pengaruh yang sangat besar.

Uap air Uap air adalah gas rumah kaca yang timbul secaraalami dan bertanggungjawab terhadap sebagian besar dari efek rumah kaca. Konsentrasi uap air berfluktuasi secara regional, dan aktivitas manusiatidak secara langsung memengaruhi konsentrasi uap air kecuali pada skala lokal. Dalam model iklim, meningkatnya temperatur atmosfer yang disebabkan efek rumah kacaakibat gas-gas antropogenik akan menyebabkan meningkatnya kandungan uap air di troposfer, dengan kelembapan relatif yang agak konstan. Meningkatnya konsentrasi uap air mengakibatkan meningkatnya efek rumah kaca; yang mengakibatkan meningkatnya temperatur; dan kembali semakin meningkatkan jumlah uap air di atmosfer. Keadaan ini terus berkelanjutan sampai mencapai titik ekuilibrium (kesetimbangan). Oleh karena itu, uap air berperan sebagai umpan balik positif terhadap aksi yang dilakukan manusiayang melepaskan gas-gas rumah kacaseperti CO 2 [1] . Perubahan dalam jumlah uap air di udara juga berakibat secara tidak langsung melalui terbentuknya awan. Karbondioksida Manusia telah meningkatkan jumlah karbondioksida yang dilepas ke atmosfer ketikamereka membakar bahan bakar fosil, limbah padat, dan kayu untuk menghangatkan bangunan, menggerakkan kendaraan dan menghasilkan listrik. Pada saat yang sama, jumlah pepohonan yang mampu menyerap karbondioksida semakin berkurang akibat perambahan hutan untuk diambil kayunya maupun untuk perluasan lahan pertanian. Walaupun lautan dan proses alam lainnya mampu mengurangi karbondioksida di atmosfer, aktivitas manusiayang melepaskan karbondioksida ke udara jauh lebih cepat dari kemampuan alam untuk menguranginya. Pada tahun 1750, terdapat 281molekul karbondioksida pada satu jutamolekul udara (281ppm). Pada Januari 2007, konsentrasi karbondioksida telah mencapai 383 ppm (peningkatan 36 persen). Jika prediksi saat ini benar, pada tahun 2100, karbondioksidaakan mencapai konsentrasi 540 hingga 970ppm. Estimasi yang lebih tinggi malah memperkirakan bahwa konsentrasinyaakan meningkat tiga kali lipat bila dibandingkan masa sebelum revolusi industri.

Metana Metana yang merupakan komponen utama gas alam juga termasuk gas rumah kaca. Ia merupakan insulator yang efektif, mampu menangkap panas 20 kali lebih banyak bila dibandingkan karbondioksida. Metana dilepaskan selama produksi dan transportasi batu bara, gas alam, dan minyak bumi. Metana juga dihasilkan dari pembusukan limbah organik di tempat pembuangan sampah (landfill), bahkan dapat keluarkan oleh hewan-hewan tertentu, terutamasapi, sebagai produk samping dari pencernaan. Sejak permulaan revolusi industri pada pertengahan 1700-an, jumlah metana di atmosfer telah meningkat satu setengah kali lipat. Metan berasal dari gas alamiah, pertambangan batubara, kotoran hewan dan tumbuhan yang telah membusuk. Hal yang paling dikhawatirkan para ilmuwan adalah tumbuhan yang membusuk. Beberapa ribu tahun yang lalu, miliaran ton metan terbentuk dari pembusukan tumbuh-tumbuhan Arktik di Kutub Utara. Tumbuhan itu membusuk dan membeku di dasar laut. Saat kutub utara mulai menghangat, metan yang tersimpan di dasar laut itu dapat mempercepat pemanasan di kawasan itu.

Nitrogen Oksida Nitrogen oksidaadalah gas insulator panas yang sangat kuat. Ia dihasilkan terutama dari pembakaran bahan bakar fosil dan oleh lahan pertanian. Ntrogen oksida dapat menangkap panas 300 kali lebih besar dari karbondioksida. Konsentrasi gas ini telah meningkat 16persen biladibandingkan masa pre-industri.

Gas lainnya Gas rumah kaca lainnya dihasilkan dari berbagai proses manufaktur. Campuran berflourinasi dihasilkan dari peleburan alumunium. Hidrofluorokarbon (HCFC-22) terbentuk selama manufaktur berbagai produk, termasuk busa untuk insulasi, perabotan (furniture), dan tempat duduk di kendaraan. Lemari pendingin di beberapa negara berkembang masih menggunakan klorofluorokarbon (CFC) sebagai media pendingin yang selain mampu menahan panas atmosfer juga mengurangi lapisan ozon (lapisan yang melindungi Bumi dari radiasi ultraviolet). Selama masa abad ke-20, gas-gas ini telah terakumulasi di atmosfer, tetapi sejak 1995, untuk mengikuti peraturan yang ditetapkan dalam Protokol Montreal tentang Substansi-substansi yang Menipiskan Lapisan Ozon, konsentrasi gas-gas ini mulai makin sedikit dilepas ke udara. Para ilmuan telah lama mengkhawatirkan tentang gas-gas yang dihasilkan dari proses manufaktur akan dapat menyebabkan kerusakan lingkungan. Pada tahun 2000, para ilmuan mengidentifikasi bahan baru yang meningkat secara substansial di atmosfer. Bahan tersebut adalah trifluorometil sulfur pentafluorida. Konsentrasi gas ini di atmosfer meningkat dengan sangat cepat, yang walaupun masih tergolong langka di atmosfer tetapi gas ini mampu menangkap panas jauh lebih besar dari gas-gas rumah kaca yang telah dikenal sebelumnya. Hingga saat ini sumber industri penghasil gas ini masih belum teridentifikasi.

Selain karbon dioksida, adadua gas lagi yang dikhawatirkan mempercepat pemanasan global lebih buruk lagi. Keduanya adalah metan dan nitrogen triflorida yang berasal dari tanaman purbadan teknologi layar flat-panel. Menurut para pengamat lingkungan, keduagas tersebut menimbulkan efek rumah kacaseperti karbon dioksida. Bahkan,kedua gas tersebut memberi efek hampir sama dari yang disebabkan karbondioksida. Penelitian terbaru menunjukkan dalam beberapatahunterakhir efek kedua gas tersebut semakin meningkat di luar perkiraan. Para pengamat cuaca juga terkejut dengan peningkatan tersebut. Selama ini gas metan masih menjadi kekhawatiran terbesar setelah karbon dioksida. Pasalnya, gas tersebut dianggap sebagai gas efek rumah kaca kedua setelah karbon dioksida berdasar besarnya efek pemanasan yang dihasilkan dan jumlahnya di atmosfer. Gas metan menyumbang sepertiga dari efek karbondioksida terhadap pemanasan global. Para ilmuwan telah berupaya untuk mempelajari bagaimana proses tersebut akan bermula. Saat ini datayang terkumpul masih berupa dataawal, belum ada kesimpulan. Tetapi para ilmuwan tersebut mengatakan apa yang mereka lihat di awal ini adalah permulaan pelepasan metan di kutub utara. Dalam delapan tahun terakhir kadar metan di atmosfer masih stabil yang diperkirakan setiap 40 menit oleh monitor pengawas dekat tebing di tepi laut. Tetapi pada2006 hasilnya menunjukkan terjadinya peningkatan. Jumlah gas metan di udaramelonjak dari sekitar 28 jutaton pada Juni 2006 hingga Oktober 2007. Saat ini jumlahnyasudah mencapai 5,6 miliar ton metan di udara. Jikahal ini terus terjadi,maka akan buruk efeknya. Saat kadar metan terus meningkat,tentunyaakan mempercepat perubahan iklim. Di lain pihak, kadar nitrogen trifloridadi udara diperkirakan meningkat empat kali lipat beberapa tahun terakhir dan 30 kali lipat sejak 1978. Namun, peningkatan tersebut hanya menyumbang 0,04 persen dari total efek pemanasan global yang disebabkan oleh karbondioksida. Gas ini biasanya digunakan sebagai semacam pembersih pada industri manufaktur televisi dan monitor komputer sertapanel. Nitrogen triflorida yang dihiting dengan skala bagian per triliun di udaraselama ini memang dianggap ancamantak berarti. Menurut profesor geofisika Ray Weiss di Lembaga Oseanografi, upaya awal untuk mengetahui jumlah gas tersebut di udara memang diremehkan mengingat jumlahnya yang tak terlalu besar. Tetapi gas tersebut justru dikategorikan sebagai salahsatu gas yang lebih berbahayakarena ratusan kali lebih kuat menyimpan panas daripada karbondioksida. Sedangkan metan hanya 20 kali lebih berbahaya dari karbondioksida per basis molekul. Karbondioksida masih menjadi gas yang paling berbahayakarena kadarnya yang sangat tinggi dan pertumbuhannyayang cepat. Menurut penelitian sebuah survei di musim panas, menemukan kadar metan di Laut Siberia timur meningkat dari 10.000 kali lebih tinggi dari kadar normalnya. Peningkatan dua gas tersebut adalah fenomena baru.

Dampak Menurut perhitungan simulasi,efek rumah kaca telah meningkatkan suhu rata-rata bumi 1-5 °C. Bila kecenderungan peningkatan gas rumah kaca tetap seperti sekarang akan menyebabkan peningkatan pemanasan global antara 1,5-4,5 °C sekitar tahun 2030. Dengan meningkatnya konsentrasi gas CO 2 di atmosfer, maka akan semakin banyak gelombang panas yang dipantulkan dari permukaan bumi diserap atmosfer. Hal ini akan mengakibatkan suhu permukaan bumi menjadi meningkat. Dunia telah kehilangan hampir 20persen terumbu karangnya akibat emisi karbon dioksida. Laporan yang dirilis Global Coral Reef Monitoring Network ini merupakan upaya memberi tekanan atas peserta konferensi PBB mengenai iklim agar membuat kemajuan dalam memerangi kenaikan suhu global. Jika kecenderungan emisi karbon dioksida saat ini terus berlangsung,banyak terumbu karang mungkin akan hilang dalam waktu 20 sampai 40 tahun mendatang, dan ini akan memiliki konsekuensi bahayabagi sebanyak 500 juta orang yang bergantung atas terumbu karang untuk memperoleh nafkah mereka. Jika tak ada perubahan, kita akan menyaksikan berlipatnya karbon dioksida di atmosfer dalam waktu kurang dari 50 tahun. Karena karbon ini diserap, samudra akan menjadi lebih asam, yang secara serius merusak sangat banyak biota laut dari terumbu karang hingga kumpulan plankton dan dari udang besar hingga rumput laut. Saat ini, perubahan iklim dipandang sebagai ancaman terbesar bagi terumbu karang. Ancaman utamaiklim, seperti naiknyatemperatur permukaan air laut dan tingkatan keasaman air laut, bertambah besar oleh ancaman lain termasuk pengkapan ikan secara berlebihan, polusi dan spesies pendatang.

Pencegahan

Penanaman satu miliar pohon per tahun bisa menurunkan emisi gas rumah kaca, sehingga target 26 persen pada 2020 diharapkan bisa tercapai. Penurunan emisi gas rumah kaca (GRK) sekitar 26 persen pada 2020 mendatang, antara lain melakukan upaya pengendalian kerusakan hutan, penggunaan energi dan transportasi, serta pengolahan limbah. Penurunan gas rumah kaca di Indonesia bisa diturunkan hingga 41 persen, bila mendapatkan dukungan dari luar negeri. Kalau ada dukungan dari luar negeri, maka penurunan emisi bisa bertambah 15 persen, sehingga bisa 41 persen penurunannya. Penting dilakukan upaya pengendalian kebakaran hutan dan lahan, pengelolaan sistem jaringan dan tata air, rehabilitasi hutan dan lahan, pemberantasan pembalakan liar, pencegahan deforestasi dan pemberdayaan masyarakat. Penggunaan energi ramah lingkungan dan transportasi yang efisien juga bisa membantu mengurangi emisi gas rumah kaca. Kawasan Konservasi Mangrove ini sangat baik untuk membantu penurunan emisi gas rumah kaca, selain merupakan elemen yang paling banyak berperan dalam menyeimbangkan kualitas lingkungan dan menetralisir bahan-bahan pencemar. Protokol Kyoto Protokol Kyoto adalah sebuah amandemen terhadap Konvensi Rangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim (UNFCCC), sebuah persetujuan internasional mengenai pemanasan global. Negara-negara yang meratifikasi protokol ini berkomitmen untuk mengurangi emisi/pengeluaran karbon dioksida dan lima gas rumah kaca lainnya, atau bekerja sama dalam perdagangan emisi jika mereka menjaga jumlah atau menambah emisi gas-gas tersebut, yang telah dikaitkan dengan pemanasan global. Jika sukses diberlakukan, Protokol Kyoto diprediksi akan mengurangi rata-rata cuaca global antara 0,02 °C dan 0,28 °C pada tahun 2050. (sumber: Nature, Oktober 2003) Nama resmi persetujuan ini adalah Kyoto Protocol to the United Nations Framework Convention on Climate Change (Protokol Kyoto mengenai Konvensi Rangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim). Ia dinegosiasikan di Kyoto pada Desember 1997, dibuka untuk penanda tanganan pada 16 Maret 1998 dan ditutup pada 15 Maret 1999. Persetujuan ini mulai berlaku pada 16 Februari 2005 setelah ratifikasi resmi yang dilakukan Rusia pada 18 November 2004.

Minggu, 15 Februari 2015

MENGAMATI FILM

  Resensi
" FILM KERETA API TERAKHIR "

Judul:kereta api terakhir

Peran yang ditokohkan : Pejuang Bangsa Indonesia Ir.Saleh, Panglima Gatot Subroto, Jendral, LetnanSudadi, Letnan Firman, Sersan Tobing , Mandor Sastro ,retna ,retno, dan Pasukan Belanda.

Ringkasan cerita :
cerita yang berlatar belakang batalnya perjanjian linggar jati, yang tentu di dekati dengan sikap romantik terhadap kepahlawanan tahun 1947 yang dibatalkan oleh belanda.Jendral menugaskan Letnan Firman,Letnan Sudadi, dan Sersan Tobing untuk mengawal 5 kereta yang akan diberangkatkan serta diselamatkan ke Yogyakarta dari Stasiun Purwokerto , alat angkut ini penting untuk transportasi bangsa indonesia, sayangnya kereta terakhir ini yang penuh hambatan ini jadi pokok cerita kereta terakhir ini juga ditumpangi oleh dua letnan Letnan Firman dan Letnan Sudadi serta masyarakat indonesia, adapum berkas penting yang ditaruh di ketera api terakhir ini ,namun hal lainnya terhalang diperjalanan karena Belanda selalu membom kereta mereka. Lalu Mandor Sastro berkata : "Belanda akan terus menyusup kita dengan cara apapun,Belanda akan bergerak dari Bandung maupun Semarang.Belanda juga akan menyerang kita melalui jalur barat,timur,dan selatan ". Wajar saja Belanda ingin merebut dan menghancurkan kereta api Indonesia karena hanya kereta api alat transportasi satu-satunya yang masa itu dipakai dan cukup untuk muatan rakyat Indonesia belanda tidak ingin indonesia memiliki alat transportasi.Ketika diperjalanan pula Belanda merusak lagi rel kereta api sehingga pejuang Indonesia dengan gigih dan penuh semangat memperbaikinya sambil diserang peluru oleh belanda. Pengungsi yang memadati kereta langsung keluar karena serangan belanda  Karena peluru terus menghujani rakyat Indonesia meninggallah Mandor Sastro sambil berkata "kuburkanlah aku di bawah rel kereta api agar aku dapat melihat kereta api". Setelah sampai di stasiun Purwokerto para pejuang/rakyat Indonesia dengan bangga karena telah membuat bangsanya terbebas dari belenggu penjajahan serta dengan semangat mengadakan pawai sambil membawa bendera merah putih.

Nilai nilai yang diinginkan dari film tersebut :
-kebersamaan bangsa indonesia dalam suka maupum duka
-kekeluargaan yang erat
-Persatuan dan kesatuan
-Perjuangan
-tolong menolong
-tidak ingin dikuasai oleh negara lain
-sikap romantik terhadap kepahlawanan

Pelajaran yang dapat saya ketik dari film tsb untuk masa depan terutama masa depan bangsa indonesia yaitu, kita harus bersikap baik kepada siapapun, saling tolong menolong dan lain lain. Kita harus menjadi generasi penerus bangsa yang cinta damai, cinta kebersamaan ,cinta kesatuan dan persatuan , cinta bangsa indonesia demi terwujudnya masa depan indonesia yang adil,makmur,damai,dan memiliki kekeluargaan yang erat
Kita juga harus menghargai jasa para pahlawan kita yang sudah memperjuangkan kemerdekaan indonesia dengan cara salah satunya selalu memperingati hari pahlawan
Kita harus bangga memiliki kemerdekaan bukan hasil pemberian dari belanda atau negara lain tetapi itu juga hasil perjuangan bangsa indonesia.